Sabtu, 19 Maret 2011

Laporan Praktikum Biologi

Uji Enzim Katalase
Landasan Teori                  :
§  Protoplasma merupakan substansi dasar makhluk hidup.Protoplasma aktif melakukan reaksi kimia dengan bantuan enzim.Enzim adalah senyawa yang dibentuk oleh organisme hidup.Kita telah mengenal enzim pencernaan yang bekerja diluar sel.Didalam tubuh masih banyak enzim lain yang bekerja di dalam sel (intra sel).

Di dalam kegiatan ini kita akan menyelidiki kerja salah satu enzim intra sel yaitu enzimkatalase yang merupakan enzim intra seluler.Hidrogen peroksida merupakan zat kimia yang aktif,yang sering digunakan sebagai obat pemutih atau obat pembersih luka.Zat ini juga terus menerus terbentuk dalam sel hidup sebagai hasil samping reaksi- reaksi kimia yang terjadi didalam sel.Bila tidak segera dibuang atau diuraikan oleh sel,zat bersifat racun ini,akan merusak sel itu sendiri.Tetapi karena adanya enzim katalase yang terdapat dalam sel,misalnya di dalam sel hati,hidrogen peroksida itu diuraikan menjadi zat-zat yang tidak merugikan.
Tujuan                                  :
Ø  Untuk mengetahui kandungan enzim katalase dalam bahan makanan
Alat & BAhan                     :

v  Cawan Petri
v  Kater (pisau)
v  Wortel
v  Kentang
v  Labu Siam
v  Korek Api
v  Lampu Spirtus
v  Lidi
v  Pipet Tetes
v  Larutan H2O

Cara Kerja                           :
1.       Potong kecil -  kecil masing – masing bahan yang sudah tersedia
2.       Taruh potongan bahan tersebut (misal Labu Siam) ke cawan petri
3.       Tetesi bahan tersebut dengan larutan H2O2
4.       Nyalakan lampu spirtus dengan korek api
5.       Bakar lidi pada lampu spirtus
6.       Dekatkan bara lidi pada bahan yang sudah di tetesi dengan larutan H2O2
7.       Amati nyala dari bara api dan banyak gelembung yang terbentuk
8.       Ulangi langkah ke-3 sampai ke-7 pada semua bahan.
Hasil Pengamatan            :
Bahan Makanan
Gelembung
Nyala bara api
Labu Siam
Banyak sekali
Paling terang
Kentang
Banyak
Terang
Wortel
Sedikit
Redup

Analisis Data                       :
1.       Mengapa bahan makanan yang anda tetesi dengan larutan H2O2 dapat muncul gelembung?
2.       Apakah jumlah getah mempengaruhi dari banyak sedikitnya gelembung udara yang ada?
3.       Mengapa nyala bara api pada bahan makanan labu siam lebih terang dari pada bahan makanan wortel?
Jawaban:
1.       Karena pada bahan makanan yang kita potong kecil – kecil tadi terdapat enzim katalase yang merubah racun (H2O2) menjadi air (H2O) dan oksigen (O2) sehingga akan muncul gelembung pada percampuran keduanya.
2.       Ya, sebab getah meunjukkan banyak sedikitnya enzim katalase yang terdapat pada bahan makanan.
3.       Karena pada bahan makanan labu siam mempunyai jumlah getah yang lebih banyak daripada bahan makanan wortel, sehingga enzim katalase labu siam lebih banyak daripada wortel
Kesimpulan                        :
§  Dari berbagai bahan makanan diatas, bahan makanan yang banyak mengandung enzim katalase adalah bahan makanan labu siam, karena banyak terdapat getah didalamnya





Uji Makanan
Landasan teori                  :
§  Manusia membutuhkan makanan yang mengandung zat nutrisi lengkap dalam jumlah tertentu (tepat dan seimbang). Apabila di dalam tubuh terdapat komposisi zat makanan tidak seimbang (kekurangan / kelebihan satu / lebih nutrient) disebut malnutrisi. Bahkan makanan yang dibutuhkan manusia mengandung zat makanan diantaranya protein, amilum, lemak, dan glukosa.
Tujuan                                  :
Ø  Untuk mengetahui kandungan amilum, protein, glukosa dan lemak pada makanan.
Alat & Bahan                      :

v  Cekung porselin
v  Lampu spirtus
v  Gelas ukur
v  Korek api
v  Nasi
v  Telur
v  Minyak
v  Glukosa/gula
v  Roti
v  Lugol
v  Biuret
v  Benedict
v  Kertas buram

Cara Kerja:
1.       Masukkan bahan makanan yang sudah disediakan kedalam cekung porselin dan tabung reaksi
2.       Pada masing – masing bahan makanan yang terdapat pada cekung porselin ditetesi dengan larutan Lugol dan Biuret
3.       Apabila terjadi perubahan warna menjadi biru kehitaman maka bahan makanan tersebut mengandung amilum
4.       Apabila terjadi perubahan warna menjadi ungu maka bahan makanan tersebut mengandung protein
5.       Sedangkan bahan makanan pada tabung reaksi, di tetesi dengan larutan Benedict
6.       Kemudian masukkan semua  tabung reaksi yang berisi bahan makanan ke dalam air mendidih
7.       Apabila terjadi perubahan warna menjadi merah bata maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa
8.       Dan untuk mengetahui kandungan lemak pada bahan makanan, maka oleskan semua bahan makanan pada kertas buram
9.       Apabila kertas yang diolesi berubah warna menjadi transparan maka bahan makanan tersebut mengandung Lemak

Table Pengamatan          :
Larutan
Warna
Nasi
Telur
Minyak/mentega
Glukosa/gula
Roti
Lugol
Biru kehitaman
-
-
-
Biru kehitaman
Biuret
-
Ungu
-
-
-
Benedict
-
Keruh kehijauan
-
Merah bata
Merah bata
Kertas buram
-
Agak transparan
Transparan
-
-

                *Lugol ® Amilum (biru kehitaman)
                *Biuret ® Protein (Ungu)
                *Benedict ® Glukosa (merah bata)
                *Kertas buram ® Lemak (transparan)


Analisis Data                       :
1.       Mengapa pada bahan makanan telur saat diuji dengan larutan biuret berubah warna menjadi ungu?
2.       Mengapa bahan makanan yang ditetesi dengan Benedict dan dipanaskan berubah warna menjadi merah bata?
3.       Mengapa mentega atau minyak saat uji dengan kertas buram warnanya menjadi transparan?
Jawaban:
1.       Karena pada bahan makanan telur mengandung protein, yang apabila ditetesi biuret maka warna dari telur berubah menjadi ungu.
2.       Karena bahan makanan tersebut mengandung glukosa
3.       Karena pada bahan makanan mentega/minyak terdapat kandungan lemak yang sangat banyak daripada bahan makanan lainnya
Kesimpulan                        :
·         Kandungan Amilum terdapat pada bahan makanan nasi dan roti
·         Kandungan Protein terdapat pada bahan makanan telur
·         Kandungan Glukosa terdapat pada bahan makanan glukosa/gula dan roti
·         Kandungan Lemak terdapat pada bahan makanan minyak/mentega (banyak) dan pada telur (sedikit)


Persilangan Monohibrid
Landasan Teori                  :
§  Persilangan monohibrid adalah persilangan antar dua spesies yang sama dengan satu sifat beda. Persilangan monohIbrid ini sangat berkaitan dengan hukum Mendel I atau yang disebut dengan hukum segresi. Hukum ini berbunyi, “Pada pembentukan gamet untuk gen yang merupakan pasangan akan disegresikan kedalam dua anakan.”

Tujuan                                  :
Ø  untuk mengetahui perbandinagn fenotip F2 pada Persilangan Monohibrid
Alat & Bahan                      :
v  Kancing genetika warna Merah 10 buah
v  Kancing genetika warna Putih 10 buah
Cara Kerja                           :
1.       Ambil kancing genetik  Merah (betina = jantan) masing – masing 5 buah
2.       Ambil kancing genetik  Putih (betina = jantan) masing – masing 5 buah
3.       Pisahkan gamet jantan dan gamet betina
4.       Ambil secara acak 1 kancing dari masing – masing kancing betina dan kancing jantan tanpa melihat
5.       Isikan pada table pengamatan yang ada
6.       Lakukan terus menerus hingga kancing dari jantan maupun betina semua sudah berpasangan
7.       Catat hasilnya pada table pengamatan
Tabel Pengamatan          :
Pasangan
Genotip
Fenotip
Turus
Jumlah
Merah - Merah
MM
Merah
IIII
16
Merah - Putih
Mm
Merah
IIIIIIIIIIII
Putih - Putih
mm
Putih
IIII
4
Analisis Data                       :
1.       Berapa perbandingan fenotip F2?
2.       Mengapa hasil dari F2 fenotip merah lebih banyak daripada fenotip putih?
3.       Mengapa pasangan putih – putih mempunyai hasil F2 yang sedikit?
 Jawaban:
1.       Perbandingan F2 merah : putih = 16 : 4
2.       Karena fenotip merah bertindak sebagai gen dominan
3.       Karena fenotip putih merupakan gen resesif
Kesimpulan                        :
·         Perbandingan Fenotif F2 merah : putih = 16 : 4



Persilangan Dihibrit
Landasan Teori  :
§  Persilangan dihibrid yaitu persilangan dengan dua sifat beda sangat berhubungan dengan hukum Mendel II yang berbunyi “independent assortment of genes”. Atau pengelompokan gen secara bebas dari persilangan F1 X F1 yang mengghasilkan P2 yang berfariasi
Tujuan                  :
Ø  Mengetahui perbandingan fenotip F2
Alat & Bahan      :
v  Kancing genetika warna,
v  KB = Kuning Hijau            
v  Kb = Kuning Merah        
v  kB = Hijau Putih                               
v  kb = Merah Putih            
Cara Kerja           :
1.       ambil kancing Kuning Hijau (betina + jantan) masing – masing 8 biji
2.       ambil kancing Kuning Merah (betina + jantan) masing – masing 8 biji
3.       ambil kancing Hijau Putih (betina + jantan) masing – masing 8 biji
4.       ambil kancing Merah Putih (betina + jantan) masing – masing 8 biji
5.       Pisahkan antara kancing betina dan kancing jantan dengan masing – masing gametnya
6.       Ambil secara acak 1 kancing dari masing – masing kancing betina dan kancing jantan tanpa melihat
7.       Isikan pada table pengamatan yang ada
8.       Lakukan terus menerus hingga kancing dari jantan maupun betina semua sudah berpasangan
9.       Catat hasilnya pada table pengamatan

Table Pengamatan          :
Warna Kancing kombinasi
Genotnotip
Fenotip
Turus
Jumlah
Kuning Putih Hijau Merah
KkBb
Kuning Hijau
III
                                           9
Kuning Kuning Hijau Merah
KKBB
Kuning Hijau
III
Kuning Kuning Hijau Hijau
KKBB
Kuning Hijau
III
Kuning Putih Merah Merah
Kkbb
Kuninng Merah
III
3
Putih Putih Hijau Merah
kkBb
Putih Hijau
III
3
Putih Putih Merah Merah
kkbb
Putih Merah
I
1



Analisis Data       :
1.       Fenotip apa yang mempunyai jumlah terbanyak, mengapa?
2.       Bagaimanakah perbandingan dari Fenotip F2nya?
3.       Mengapa fenotip dari putih merah paling sedikit?
Jawaban :
1.       Kuning Hijau, karena kuning hijau bersifat dominan
2.       Perbandingan fenotip F2 Kuning Hijau : Kuning Merah : Putih Hijau : Putih Merah = 9 : 3 : 3 : 1
3.       Karena fenotip Putih Merah brsifat resesif
Kesimpulan        :
·         Dari percobaan ini dapat disimpulkan bahwa persilangan dihibrid akan memunculkan
keturunan pada F2 sebanyak 16 buah dengan sifat dominan sebanyak 9 buah, dominan
resesif 3 buah, resesif dominan 3 buah, resesif resesif 1 buah. Maka dapat dituliskan
perbandingan 9 : 3 : 3 :1

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar